A.HAKEKAT MEDIA
1. PROSES BELAJAR MENGAJAR
Proses belajar mengajar hakikatnya adalah proses komunikasi yaitu proses
penyampaian pesan dari sumber pesan melalui media tertentu ke penerima pesan.
Pesan, sumber pesan, media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses
komunikasi. Pesan yang akan dikomuniaksikan adalah isi ajaran yang ada dalam
kurikulum. Sumber pesan bisa guru, siswa, orang lain, atau siapapun. Salurannya
adalah media pendidikan dan penerima pesan adalah siswa atau juga bisa guru.
Pesan berupa isi ajaran dan didikan yang ada dikurikulum dituangkan oleh
guru atau sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi baik simbol verbal
maupun simbol non-verbal atau visual. Proses perenungan pesan ke dalam
simbol-simbol komunikasi itu disebut encoding. Selanjutnya penerima
pesan menafsirkan simbol-simbol komunikasi tersebut disebut dengan decoding.
Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat proses komunikasi.
Penghambat tersebut biasa dikenal dengan istilah barriers atau noises. Kita
kenal adanya hambatan psikologis, seperti minat, sikap, pendapat, kepercayaan,
intelegensi, pengetahuan dan hambatan fisik seperti kelelahan, sakit,
keterbatasan daya indera dan sesaat tubuh. Dan justru hambatan yang lain adalah
hambatan kultural seperti perbedaan adat istiadat, norma sosial, dan nilai
penuntun dan hambatan lingkungan seperti kondisi dan situasi tempat belajar dan
komunikasi.
Hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi atau dikurangi dengan
penggunaan media pendidikan dalam prose belajar mengajar. Media sangat
berpengaruh dalam keberhasilan suatu proses komuniksi. Oleh larenanya
pemanfaatan media dalam proses belajar mengajar sangat penting guna terciptanya
proses komunikasi yang lancar dan baik.
2.
Pengertian Media Pembelajaran Secara Etimologis dan Terminologis
Secara
etimologi, kata “media” merupakan bentuk jamak dari “medium”, yang berasal dan
Bahasa Latin “medius” yang berarti tengah. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia,
kata “medium” dapat diartikan sebagai “antara” atau “sedang” sehingga
pengertian media dapat mengarah pada sesuatu yang mengantar atau meneruskan
informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan. Media dapat
diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu
proses penyajian informasi (AECT,
1977:162) Sedangkan pembelajaran adalah proses komunikatif-interaktif antara
sumber belajar, guru dan peserta didik yaitu saling bertukar informasi.
Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari kata dasar
“ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui
(diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi
“pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan
sehingga anak didik mau belajar.
Menurut
Latuheru (1988:14), media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang
digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi
komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna
dan berdaya guna.
Beberapa
ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran :
Schramm
(1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan
yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Briggs
(1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk
menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan
sebagainya.
National
Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah
sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi
perangkat keras.
3. DEFINISI MEDIA
PEMBELAJARAN
1. Schramm: “media
pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan
untuk keperluan pembelajaran.”
2. Gerlach
& Ely: “media pembelajaran memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu
termasuk manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi yang
membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan
komunikasi dalam pembelajaran, sehingga bentuknya bisa berupa perangkat keras (hardware), seperti computer, TV,
projector, dan perangkat lunak (software)
yang digunakan pada perangkat keras itu.
Dr. rer. nat. H. Rayandra Asyhar, M.Si (2011), Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran, GP. Press, Jakarta.
3. Oemar
Hamalik (1980):
“Mengemukakan
bahwa yang dimaksud dengan media pendidikan adalah alat, metode, dan teknik
yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi
antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah
4. Arief S. Sadiman, dkk (1984) mengemukakan
bahwa kata media berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti
perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari
pengirim ke penerima pesan.
Abdul Karim H. Ahmad (2007), Media Pembelajaran, Badan Penerbit UNM,
Makassar
5. Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media
pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan
belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara
guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.
Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar
dalam memudahkan siswa mempelajari materi
pelajaran.
4.Manfaat Media Pembelajaran
a.
Latuheru (1988) (dalam Hamdani, 2005: 8) menyatakan bahwa :
1.
media pembelajaran berguna menarik minat siswa terhadap materi
pembelajaran yang disajikan,
2.
media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak didik
terhadap materi yang disajikan,
3.
media pembelajaran mampu menyajikan data yang kuat dan terpercaya.
b.
Heinich, Malenda, Russel (1982) dalam Ilda Prayitno (1989) (dalam Hamdani 2005:
9) mengemukakan keuntungan penggunaan media dalam
pembelajaran adalah:
1.
Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga
mengurang kesalahpahaman siswa dalam mempelajarinya
2.
Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
3.
Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri
untuk belajar.
4.
Dapat mengembangkan jalan pikiran yang berkelanjutan
5.
Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah didapat melalui
materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar
mendalam dan beragam.
Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.
Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.
c.
Menurut I Wayan Santyasa dalam makalahnya Landasan Konseptual media
pembelajaran fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.
1.
Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
Dengan perantaraan gambar, potret, slide, film, video, atau media yang lain,
siswa dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/peristiwa sejarah.
2.
Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya
jauh, berbahaya, atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan harimau di
hutan, keadaan dan kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
3.
Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara
langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar
atau terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket siswa dapat memperoleh
gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, dengan
slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amuba, dan sebaginya.
4.
Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya,
rekaman suara denyut jantung dan sebagainya.
5.
Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara
langsung karena sukar ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film
atau video siswa dapat mengamati berbagai macam serangga, burung hantu,
kelelawar, dan sebagainya.
6.
Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk
didekati. Dengan slide, film, atau video siswa dapat mengamati pelangi, gunung
meletus, pertempuran, dan sebagainya.
7.
Mengamati dengan jelas benda-benda yang mudah rusak/sukar diawetkan. Dengan
menggunakan model/benda tiruan siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas
tentang organ-organ tubuh manusia seperti jantung, paru-paru, alat pencernaan,
dan sebagainya.
8.
Dengan mudah membandingkan sesuatu. Dengan bantuan gambar, model atau
foto siswa dapat dengan mudah membandingkan dua benda yang berbeda sifat
ukuran, warna, dan sebagainya.
9.
Dapat melihat secara cepat suatu proses yang berlangsung secara lambat. Dengan
video, proses perkembangan katak dari telur sampai menjadi katak dapat diamati
hanya dalam waktu beberapa menit. Bunga dari kuncup sampai mekar yang
berlangsung beberapa hari, dengan bantuan film dapat diamati hanya dalam
beberapa detik.
10.
Dapat melihat secara lambat gerakan-gerakan yang berlangsung secara cepat.
Dengan bantuan film atau video, siswa dapat mengamati dengan jelas gaya lompat
tinggi, teknik loncat indah, yang disajikan secara lambat atau pada saat
tertentu dihentikan.
11.
Mengamati gerakan-gerakan mesin/alat yang sukar diamati secara langsung.
Dengan film atau video dapat dengan mudah siswa mengamati jalannya mesin 4 tak,
2 tak dan sebagainya.
12.
Melihat bagian-bagian yang tersembunyi dari sutau alat. Dengan diagram, bagan,
model, siswa dapat mengamati bagian mesin yang sukar diamati secara langsung.
13.
Melihat ringkasan dari suatu rangkaian pengamatan yang panjang/lama.
Setelah siswa melihat proses penggilingan tebu atau di pabrik gula, kemudian
dapat mengamati secara ringkas proses penggilingan tebu yang disajikan dengan
menggunakan film atau video (memantapkan hasil pengamatan).
14.
Dapat menjangkau audien yang besar jumlahnya dan mengamati suatu obyek
secara serempak. Dengan siaran radio atau televisi ratusan bahkan ribuan
mahasiswa dapat mengikuti kuliah yang disajikan seorang profesor dalam waktu yang
sama.
15.
Dapat belajar sesuai dengan kemampuan, minat, dan temponya masing-masing.
Jadi, kesimpulan manfaat media pembelajaran adalah:
a.
Penyampaian pesan menjadi lebih menarik.
b.
Setiap penerima pesan memperoleh kesan persepsi yang sama.
c.
Proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif.
d.
Menumbuhkan sikap positif terhadap materi yang disampaikan.
e.
Peran guru menjadi lebih positif.
f.
Anak menjadi semangat untuk mempelajari materi tersebut